DETERMINASI PROFITABILITAS BANK UMUM DI INDONESIA : PERAN CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON-PERFORMING LOAN, DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO
Abstract
Return on Asset (ROA) merupakan indikator utama dalam menilai profitabilitas dan kinerja keuangan perbankan, karena mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola seluruh asetnya untuk menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap profitabilitas bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024.
Populasi penelitian mencakup seluruh bank umum yang terdaftar di BEI selama periode pengamatan, dengan jumlah 47 bank. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 17 bank dengan total 51 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Sementara itu, Non-Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 16,6%, yang menunjukkan bahwa variasi profitabilitas bank dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kecukupan modal secara optimal dalam meningkatkan profitabilitas perbankan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen bank dalam merumuskan strategi pengelolaan modal dan kinerja keuangan secara berkelanjutan.







